Kisah ayah dan anak


Malam itu Sugeng (nama
sebenarnya), mencoba mengecek
pintu-pintu rumahnya sebelum dia
tidur. Ini kebiasaan yang
dialakukan setiap menjelang tidur.
Setelah semua pintu rumah dicek, dia pun beranjak menuju kamarnya.
Di depan pintu kamar Sulis (juga
nama sebenarnya),
Sugeng berhenti. Pintu kamar itu
sedikit terbuka. Sugeng melihat
sebentar. Hanya sebentar. Tapi inilah awalnya. Sekilah Sugeng
melihat Sulis tertidur pulas dengan
rok tersingkap, menampakkan
kedua pahanya yang
mulus.Sugeng berdesir. Gairahnya
bangkit. "Kakinya, kok, mulus dan putih.
Apalagi sudah lama saya tidak
`bergaul` dengan istri," gumam
Sugeng, ayah empat anak. Dia
terus menatap pemandangan indah
di depannya. Birahi telah membakarnya. Sudah lama dia
tidak merasakan tempik istrinya.
Kenapa ?
Istrinya trauma berhubungan seks.
Sugeng mendekati si anak. Dia
mencoba membangunkannya dengan menguncang ujung kaki
Sulis. Gadis ABG itu terbangun.
Setelah mengucak matanya, dia
melihat pria di depannya,
bertelanjang dada hanya
mengenakan celana pendek. Ada sesuatu yang hendak keluar
dari celana itu. Sulis agak
terperangah. Sugeng mendekati
telinga anaknya dan membisikkan
ajakan untuk bersebadan.
Kontolnya yang mengeras menyentuh lengan Sulis. "Ayah
pengin sekali Lis, Sudah lama ayah
tidak dilayani ibumu.
Kamu tahu kondisi ibumu kan?" kata
Sugeng. Tangannya merogoh ke
dalam celana, dan mengeluarkan ****** yang telah mengeras seperti
batang bambu. Sulis gemetaran.
"Maukah kamu Nduk? Layanilah
ayah, sekali ini saja. Atau ayah
harus main dengan pelacur?"
Tak disangka-sangka, Sulis mengangguk."Saya hibur Yak
daripada keluar buang uang," kata
Sulis pelan. Dalam hati dia kasihan
dengan ayahnya. Dia tahu,
ayahnya sudah berpuasa sangat
lama. Lagi pula melihat batang kemaluan yang begitu keras dan
besar mengacung
beberapa centi di depannya,
membuat dada gadis itu
bergejolak. Sugeng membimbing
tangan Sulis meremas ******. Sulis agak terperanjat. Baru kali ini dia
melihat ****** sedekat itu, dan
baru kali ini menyentuh. Birahinya
pun bangkit. Tapi dia tak tahu harus
bagaimana,
selain meremas. Sugeng mulai gelejotan. Dia merogoh dada
anaknya yang tak terlindung BH.
Dia meremas,d an memilin. Sulis
melenguh. "Psssttt... jangan keras-
keras, nanti ibumu bangun," kata
Sugeng. Sulis mendesis kecil. Sugeng melepas kaos SUlis,
menampakkan buah dada yang
sangat ranum, putih. Celana kolor
yang dia kenakan disentak dan
jatuh di sudut kamar. Dia telanjang
bulat. Nafasnya beregemuruh. Dia kulum buah dada SUlis dengan
rakus. SUlis seperti hendak
meloncat kegelian dan keeenakan.
"Ohhhh..... yahhh."
SUgeng melucuti celana dalam
Sulis, dan mengelus gundukan berambut tipis. Dia permainkan, dia
elus, dia sodok-sodok kecil.
Gundukan yang mulai basah. "Enak
yah..." gumam Sulis. Sugeng naik ke
tempat tidur, menindih Sulis. Lalu
dia tekan ****** pelan-pelan. Sulis menjerit kecil.
"Auhhhh... sakit, yah." Sugeng
berhenti menekan. DIa gesek-
gesekkan ujung ****** ke tempik
Sulis. Lalu kembali menekan,
pelan, pelan..... pelan. Masuklah penis itu, merobek selaput
keperawanan anaknya.
"Aggghhhh......" keduanya
melenguh. Sugeng mulai
mengenjot.
Pantat SUlis terangkat, dan bergerak kesana kemari seperti
kuda yang baru pertama
ditungganggi. Beberapa saat
kemudian suasana hening. Sugeng
teregeletak looyo, di samping
Sulis. Ada beberapa tetes darah di sprei."Nduk... jangan cerita sama
siapa-siapa ya?" Sulis
mengangguk.
"Sekarang cucilah...." Sulis
beringsut menuju kamar mandi. Ada
sebersit perasaan berdosa dalam hatinya. Tetapi, "Saya kasihan
karena bapak tak pernah lagi
dilayani ibu," gumamnya dalam
hati. Hubungan terlarang yang
dilakukan sejak Juni 2001 itu terus
berlanjut. Hampir tiap hari. Kdang-kadang
pada siang hari selepas makan
siang,malam hari. Jika awalnya
Sugeng yang selalu meminta, kini
seringkali Sulis, gadis kelas dua
SMU yang meminta jatah."Kami melakukannya seminggu dua kali,"
ujar Sugeng di hadapan polisi,
setelah hubungan incest itu
terbongkar. Terbongkar? Ya,
terbongkar, gara-gara Sulis hamil
dan melahirkan seorang bocah laki-laki. Sulis mengaku tak pernah
menyangka bakal hamil. Sampai
dengan kehamilannya, sang ibu
tidak tahu tentang perzinahan di
dalam kamar
sebelahnya antara suami dan anak bungsunya itu. Ia baru benar-benar
sadar dan langsung kaget setelah
anaknya melahirkan. Rupanya, si
anak selalu membisu ketika ibunya
bertanya tentang perubahan
tubuhnya. Sukayat, Ketua RT tempat Sugeng bermukim pun tak
habis pikir.
"Kok, bisa begitu sama anak
sendiri.Bisa-bisanya begitu berbuat
begitu," kata Sukayat, heran.
Dialah yang bersama ibu kandung Sulis melaporkan ulah Sugeng dan
anaknya ke Kepolisian Resor
Bojonegoro. Tak lama setelah
menerima laporan itu, polisi segera
menjemput Sugeng.
Kini, Sugeng mendekam di tahanan Polres Bojonegoro. Kepala Polres
Bojonegoro Ajun Komisaris Besar
Polisi Deden Tjuhara mengatakan,
bayi yang diberi nama Ajie
Pangestu itu lahir dari perbuatan
suka-sama suka. Kendati demikian, polisi tetap akan menjerat
Sugeng dengan Pasal 294 Ayat 1
Kitab Undang-undang Hukum
Pidana tentang Perbuatan Cabul
Pada Anak di Bawah Umur. Di mata
psikiater Universitas Airlangga Nalini Muhdi. Hubungan badan
sedarah (incest) berpeluang besar
terjadi di tingkatan keluarga dan
masyarakat.
Namun, pada kasus ini, Nalini
melihat peran ibu yang digantikan oleh anak perempuannya
membuka peluang terjadinya kasus
tersebut. Apalagi, sebelumnya, istri
telah mengizinkan suaminya
mencari wanita lain untuk
berhubungan badan. Nalini menduga,
kedekatan itu terjadi karena
memang Sulislah yang melayani
ayahnya pada saat ibunya
berkerja di luar rumah. Itu menurut
psikiater. Tercela, sudah jelas. Tapi, kalau mau jujur, penderitaan
jauh lebih berat dirasakan Yasri, ibu
Sulis sekaligus istri Sugeng.
Ia tak pernah mengira penolakan
melayani suami berakibat fatal.
Apa boleh buat, bubur sudah sulit berubah menjadi nasi. Sekarang,
rela tak rela, Yasri harus pasrah.
Wanita yang bekerja sebagai
pembantu rumah tangga ini harus
mencari nafkah sekaligus
mengurusi keluarga dan bayi hasil hubungan
tabu yang membuat hatinya pilu.
Sudah sejak dua tahun silam tak
lagi berminat "tidur" bersama suami.
Bukan tanpa alasan, ia khawatir
kesakitan dan takut terulang kembali hamil di luar rahim.

*** S-E-L-E-S-A-I

Blog, Updated at: 06.23

0 komentar:

Poskan Komentar

Paling Populer

Daftar isi