memuaskan hasrat adik suamiku

Nama ku Adriana, aku menikah dengan lelaki bernama Sam, dia adalah seorang Angkatan Laut. Umur kami berdua 29 Tahun, dan kami baru menikah selama 2 Tahun. Sam mempunyai adik laki2 yang umurnya jauh lebih muda darinya, namanya Scott yang baru berumur 20 Tahun.

Saat kami baru menikah kami tinggal di daerah yang lumayan jauh dari rumah keluarga kami, karena memang dimana Sam suami ku ditugaskan, jaraknyasekitar 75 km dari rumah keluarga kami. Scott adik suami ku dimana yang sekarang menjadi adik Iparku, kadang2 dia datang mengunjungi kami sambil menghabiskan libur akhir pekan bersama kami.

Karena aku selalu kesepian tinggal di apartemen ini, aku selalu dengan senang hati menerima tamu tetangga, ataupun kawan2 dekatku. Pada suatu Sabtu malam, saat itu Sam suamiku sedang dinas, dan Scott adiknya yang menjadi adik Iparku datang berkunjung untuk menginap seperti biasa saat libur akhir pekan, malam itu aku memutuskan untuk mandi, dimana pada saat itu Scott sedang menonton Video. Aku berbaring merendamkan tubuhku di bak mandi (bathtub), berendam pada air yang hangat dan berbusa sabun, dan mempersiapkan diriku pada posisi yang nyaman untuk bermasturbasi nantinya di tempat tidur setelah aku selesai mandi, aku basuh payudara ku yang berukuran 34DD dengan spons busa besar, ku celupkan spons ke air yang masih terasa hangat dikulitku itu, dan kuperas spons tersebut keatas payudaraku yang montok, lalu perasan air itu mengalir melewati putting susu payudaraku yang berwarna pink kecoklatan. Seperti biasa aku berendam sambil mendengarkan lagu lagu yang agak romantic, meskipun demikian aku tetap bisa mendengar langkah kaki Scott di luar kamar mandi yang sedang berjalan koridor menuju kamar mandi, sepertinya dia akan menggunakan kloset, mungkin untuk buang air kecil. Aku melanjutkan membasuh badanku, payudaraku, perut dan bagian paha serta betisku, kupejamkan mataku dengan tidak menghiraukan Scott, karena memang aku ingin sangat relaks. Setelah beberapa menit, aku baru tersadar bahwa aku seperti mendengar bunyi air dari kloset yang mengalirkan air seperti habis digunakan. Ku palingkan kepala ku untuk melihat apa yang baru saja terjadi, kulihat kearah pintu, tiba2 aku mendengar suara langkah kaki yang berlari mengendap endap, dan pintu kamar mandi pun menghempas tertutup, dimana agar anda tau jarak antara kloset dan bak mandi (bathtub) berada dalam satu kamar mandi tetapi terpisah oleh sekat tirai. Scott sepertinya mencoba mengintipku dari celah pintu kamar mandi yang memang agak sedikit terbuka dan memang aku lupa untuk menguncinya. Aku menebak dengan nakal dalam pikiranku, mungkin sekarang dia sedang mengeluarkan penisnya yang masih muda. Dengan pikiran nakalku seperti itu, aku jadi tertawa kecil dan merasa malu sendiri kepada diriku, dan aku berpikir betapa nakalnya diriku berpikir seperti itu denagn senyum nakal yang memang tergambar pada wajahku.

Mungkin sikapku terlihat naïf, tetapi scott adalah anak remaja laki2, aku tau pasti dia menyukai perempuan, tapi juga memungkinkan bahwa dia juga menyukai perempuan dikisaran umurku. Aku keluar dari bak tempat ku berendam, mengambil handuk untuk menutupi badanku dan meraptkan pintu kamar mandi. Sewaktu aku mengeringkan badan ku aku mendengar Scott pergi dari sekitar kamar mandi dan kembali ke runag tengah. Sekarang setelah selesai berpakaiaan aku bergabung bersama Scott di ruang tengah, dengan hanya memakai daster yang sangat pendek tetapi aku juga tetap memakai celana pendek, walau memang celana yg kupakai juga terlihat pendek dan juga terlhat agak balapan dengan dasterku pada bagian bawahnya. Scott terlihat biasa saja, seakan akan tidak ada sesuatu yang pernah terjadi tetapi kadang2 melikrik tajam kearahku, sewaktu dia menonton Video. Ku tungakan segelas wine ke dalam gelasku, dan memutuskan untuk melupakan peristiwa yang baru saja terjadi di kamar mandi.

Aku tidak pernah memikirkan peristiwa itu lagi, tetang suatu peristiwa dimana aku menjadi korban pelecehan oleh adik iparku sendiri dengan cara diintip sewaktu aku lagi mandi, sampai pada akhirnya Scott kembali berkunjung dua bulan kemudian. Seperti biasa kami mengobrol, makan snack sambil minum wine dan Scott minum bir kami ngobrol sangat bersahaja dan akupun juga sudah melupakan apa yang pernah dia lakukan kepada diriku. Sampai suatu waktu jam sudah menunjukan bahwa waktunya aku untuk mandi, dan aku bilang kepada Scott bahwa dia bisa menonton Video selagi aku berada di kamar mandi.

Ku tutup pintu kamar mandi dan bergegas untuk mandi dan aku mulai menaggalkan pakaianku satu persatu, sementara air terus mengalir ke dalam bak mandi, sementara itu secara tidak sengaja aku terpikir kembali olehku tetang peristiwa yang pernah terjadi tentang perlakuan Scott adik iparku terhadapku. Kuraih gagang pintu kamar mandi dan menutpupnya rapat rapat, tetapi naluri nakalku sepertinya mengajak ku untuk sedikit berpikir nakal. Secara sengaja, kubuka sedikit pintu kamar mandi selebar kira-kira 1 – 2 inci.

Saat aku mulai menceburkan diri ke bak serta menenggelamkan badanku de dalam busa2 sabun yang bercampur dengan air hangat, aku kurang bisa begitu relaks. Jantung ku berdebar cukup kencang, karena aku masih terpikir kejadian lalu ketika Scott mengunjungi ku beberapa bulan yang lalu, aku berpikir bahwa dia akan mengulanginya untuk yang kedua kali. Setelah 5 menit berlalu, aku baru mulai merasa tidak terlalu khawatir, aku merasakan mungkin dia mulai melihat berjinjit dari ruang tengah, karena pintu sengaja tidak kututup dengan rapat. Tapi tetap aku berusaha mati2an untuk tidak selalu mengawasi melihat kaearah pintu kamar mandi, aku keluar dari bak mandi dan mulai berdiri mencari gayung, dengan sedikit membungkuk aku menciduk air dari bak dan mulai mencuci rambutku, meyakinkan diriku sendiri agar Scott dapat melihatku dengan sempurna, dan dia bisa memandangi lekukan tubuhku, putting susu payudaraku yang berwarna pink kecoklatan yang sudah mulai mengeras karena sensasi rangsangan saat diintip dengan jarak pandang yang jelas. Ku cuci rambutku yang panjang kecoklatan agak bergelombang, dalam keadaan aga merunduk saat mencuci rambutku membuat payudaraku yang indah bebas bergoyang terayun saat busa sabun dari shampo mengalir melalui payudaraku. Setelah beberapa saat aku mencuci rambutku aku mendengar pintu kamar mandi tertutup. Aku tertawa dalam hati, rencanaku nakalku ternyata bekerja dengan baik. Aku tidak tahu kenapa, tetapi menggoda remaja lelaki ini benar2 membuat ku menjadi terangsang. Setelah selesai membilas rambutku, aku kembali merendamkan diriku dengan berbaring di bak, hanya sekedar untuk berendam saja, membiarkan putting payudaraku menyembul keluar diatara bisa2 sabun, lagi pula Scott sudah kembali lagi nonton video di ruang tengah.

Selesai mandi aku bergabung dengannya di ruang tengah. Sekali lagi kita tidak membahas tentang sesuatu yang baru saja terjadi, dengan posisiku yang duduk diseberangnya, sambil kami memomton acara berita olah raga yang disiarkan pada malam hari. Pada saat tidur malam, aku susah sekali untuk tidur, karena aku terus berpikir tentang perbuatan yang telah kubperbuat tadi, memikirkan kesengajaan ku agar Scott bisa mengintipku mandi. Dengan tenang dan cepat aku mulai bermain dengan jari2 ku menuju suatu kepuasan argasme. Aku berpikir permainan ini akan kulanjutkan lagi 2 bulankedepan. Saat suamiku Sam pergi melaut, Scott pasti berencana kesini seperti biasanya menemani ku saat Kakaknya sedang berlayar.

Waktu cepat berlalu dan kulanjutkan kembali permaianan ini. Scott terlihat berdiri diluar kamar mandi dan mulai mengintipku dari celah2 pintu yang sengaja tidak kututp dengan rapat, mengintipku saat aku membersihkan vagina dan payudaraku, lalu dengan cepat melesat menghilang dari pengawasan mataku, mungkin dia menghilang untuk langsung bermasturbasi. Selama dia berada dirumahku terkadang aku duduk diseberangnya dengan memperlihatkan celana ku yang super pendek yang memperlihatkan kaki, betis dan paha ku untuk menggodanya. Disaat-saat tertentu aku juga menggodanya dengan cara membiarkan bagian atas dari baju mandiku (kimono) agak terbuka, untuk memperlihatkan garis belahan dadaku yang secara tidak sengaja terbuka dengan sendirinya. Pada saat malam hari aku belum bisa tidur sebelum aku bermain seks dengan diriku sendiri. Untuk sekarang ini aku meyakinkan Sam untuk membelikan diriku sebuah dildo getar (vibrator), aku yakinkan kepadanya dengan alasan aku sangat merindukannya, meridukan Sam suamiku tentunya. Aku tidak tau kedepannya mulai dari malam ini antara dirku dan dirinya, yang pasti dengan Scott...akhir dari permainan yang kubuat. Ternyata, menjelang dari akhir tahun, aku menemukan 2 buah celdam (CD) ku yang berada dalam keranjang pakaian setelah Scott berkunjung kerumahku, aku merasa celdam ku terasa lengket beserta noda di bagian selangkangan celdam tersebut, dimana celdam itu adalah celdam ku. Mengetahui Scott ternyata bermasturbasi dengan menggunakan celdam ku sebagai sarana pelampiasannya untuk menuju kepuasan, perasaanku mulai berdebar penasaran, dan aku mulai meletakan bra (BH) berenda atau celdam pada bagian atas keranjang pakaian kotor, agar Scott gampang untuk menemukannya. Pada saat dia berpamitan pulang pada hari minggu malam seperti biasanya, aku mencoba untuk mengecek pakaian dalamku tersebut, dan ternyata benar, semua pakaian dalam ku penuh dengan kelembaban sperma yang masih sangat baru, seperti baru dikeluarkan dari penis Scott. Dan hal itu menjadi bahan masturbasiku saat malam sebelum tidur, kucium bau spermanya dan kujilat noda2 sperma Scott yang ada pada pakaian dalam ku untuk membantuku menuju kepuasan bermasturbasi sebelum aku akhirnya tidur terlelap sambil merasakan nikmatnya orgasme dari sebuah masturbasi.

Waktu terus berjalan, aku mendapat kabar bahwa bapak mertuaku mendapat pekerjaan baru di luar kota, berarti mereka sekeluarga pun akan pindah mengikuti dimana bapak mertuaku bekerja, termasuk juga adik ipar laki2 ku Scott. Aku sangat senang mendegarnya, dimana Scott pasti akan semakin jarang berkunjung kerumahku, tetapi pasti tetap berkunjung untuk menginap dalam waktu yang lama, karena frekuensinya tidak lagi sebulan atau 2 bulan sekali. Diama nanti bila dia mengunjungi ku, aku akan memberikan dirinya permainan yang lebih hebat dan permainan kami tidak akan pernah selesai.

Seminggu sebelum mereka sekeluarga pindah rumah, adalah hari ultah Scott. Dan pada hari itu juga aku sendirian di apartemen ku karena bertepatan dengan dinas-nya Sam Suamiku. Seperti biasa Scot bermain kerumahku, ku berikan dia ucapan selamat kupeluk dan kucium pipinya dengan penuh perasaan. Ku berikan dia sebuah hadiah ultah., sebuah baju hangat yang sangat mahal yang memang selama ini dia inginkan, tapi aku tau bahwa dia memang menyukai hadiah dariku karena memang ini adalah hadiah yang terbaik baginya. Ku pesan pizza, selagi dia menggantung baju hangatnya dan menaruh tasnya di kamar yang biasa dia tidur selagi berada di rumahku. Kami habiskan waktu dengan makan, minum sambil ngobrol. Saat kani selesai menghabiskan makan, aku membertahu Scott bahwa aku akan mandi. Selama ini kami memang tidak pernah mengakui perasaan dan perbuatan kami yang pernah kami lakukan, tetapi aku yakin kami pun sebenarnya tau apa yang saling kami perbuat satu sama lain, antara aku dan Scott. Mungkin ini adalah sebuah misteri dari ketegangan seksual, suatu sensasi yang benar2 nik mat dan berbeda. Seperti biasa, di dalam kamar mandi aku tutup pintu kamar mandi dan kulepaskan satu persatu pakaianku. Setelah beberapa menit aku mandi aku mulai mendengar bunyi langkah mengendap di lantai, dan aku tau Scott datang untuk memulai kegiatan mengintipnya. Aku coba untuk tidak tertawa dan kutaha rasa geliku mati2an dan mencoba biasa saja seperti tidak ada kejadian apapun, saat Scott mulai membuka pintu kamar mandiku pelan2 dengan sangat perlahan. Dan seperti yang sudah pernah terjadi, saat aku selesai mandi dan bergabung dengannya di ruang tengah, Scott sedang nonton Video. Lalu seperti yang selalu aku lakukan, saat aku duduk di kursi, aku lipat kaki ku di bawah ku (duduk bersila) sewaktu aku duduk dikursi. Sewaktu kita asyik ngobrol, kurubah posisi duduku, dengan sedikit membuka kaki ku, yang kulakukan seperti tidak disengaja. Mata Scott langsung tertuju kepada bagian pahaku, matanya terlihat seperti mau copot dari kepalanya, apalagi ketika dia mengetahui bahwa aku tidak mengenakan celdam, secara langsung di bisa melihat lipatan vagina ku.

Selama setengah jam kedepan, aku merasa bagaikan seekor kucing betina yang duduk diatas bara api, aku tidak bisa duduk diam, aku selalu merubah posisi duduk ku, secara bertahap merubah posisi duduk meyakinkan pada diriku, agar Scott tetap melihat setiap inci-nya dari Vagina ku yang tercukur dengan sagat rapih. Membuka kaki sedikit dengan pelan dan perlahan lalu menutupnya kembali, mengangkat dengkulku menempelkan ke dagu ku, Scott melihat perbuatanku dengan kedipan dan lirikan matanya yang lama memandang mencuri curi, suatu adegan yang memang sangat melekat di benak bila melihat hal tersebut, suatu tindakan yang seolah-oleh kuperbuat secara tidak sengaja. Suatu sensasi yang luar biasa yang kurasakan dengan menggoda adik iparku ini, Vagina ku sudah sangat basah. Aku mulai khawatir dengan keterangsangan ku, vaginaku yang mulai mengalirkan cairan2 birahi ini, aku takut cairan ini menodai kursi tempat aku duduk. Scott terus melirik kearah bagian tubuhku yang terletak diantara sepasang pahaku. Sedangkan aku juga melihat Scott mulai merasakan hal yang sama, kulirik celananya yang sudah mulai menonjol, terlihat penisnya sudah berdiri dengan tegak di dalam celana nya seakan-akan mau menerobos keluar dari celananya itu.

Tiba2, Scott berkata bahwa dia akan segera tidur, dan lansung berlari kearah kamarnya dengan sedikit membungkukan badan menutupi keterangsangannya. Scott sudah berada di kamarnya dan akupun juga pergi ke kamarku untuk melakukan suatu hal yang bisa menyenakkan birahiku. Akibat wine yang kuminum samba ngobrol tadi, aku agak sedikit mabuk (tipsy) tapi tidak berat, sesekali, akibat agak mabuk dan ditambah birahiku yg memuncak, kali ini aku tidak bisa begitu tenang saat aku menyetubuhi diriku dengan dildo getar, 3 sampai 4 kali aku meraskan oragasm dengan dildo itu. Aku selalu mendesah dan kadang juga menggeram keenakan, merasakan nikmatanya penis2an plasti itu keluar masuk di Vaginaku yang sexy ini, aku terus memikirkan Scott di kamar sebelah yang pasti juga sedang bermasturbasi ria mengocok penisnya sambil menghayalkan diriku, dengan bantuan pakaian dalamku yaitu celdam ku yang berwarna hitam yang sebelumnya telah kupakai dan kuletakan di bagian atas keranjang pakaian, yang memang sudah kusediakan untuk dirinya.

Keesokan paginya aku bagun, dan Scot pun juga sudah bagun, kami sarapan bersama, atmosfir yang ada diantara kami seperti ada suatu setruman2 sensasi yang sangat khas, dan sudah pasti sulit untuk di ungkapkan dengan kata2. Sekalipun kita tidak menyinggung mengenai permainan terselubung yang telah kita lakukan semalam, tapi sepertinya Scott sulit untuk menyembunyikan rona kemerahan yang kian nyata di pipinya sbg usanya menutupi rasa malu. Saat Scott pulang pada hari minggu malam, tentu saja aku segera mengecek celdam hitam ku yang semalam yang mungkin menjadi bahan masturbasinya. Ternyata aku menemukan cup bra- ku agak lembab yang penuh dengan noda spermanya, langsung saja kuraih benda itu dan kucium dengan penuh nafsu sisa2 kelembapan sperma Scott yang ada di bra-ku sambil aku bermasturbasi. Aku sangat menikmati malam ini, tapi secara bertahak aku juga mulai khawtir tentang kelanggengan hubungan ku dengan Sam. Sebelum natal aku menerima kartu pos dari Sam Suamiku, bahwa dia sekarang berada di laut Mediterania dinas disana selama 2 bulan. Aku terima kartu postnya beberapa hari yang lalu sejak kepergian Sam. Scott menelpon ku, meminta izin kepadaku akan mengajak temannya untuk menginap dirumahku akhir minggu ini. Dengan sangat ragu2, dan kubilang juga kepada Scott bahwa akhir minggu ini aku akan keluar untuk sebuah acara pesta dari kantor, jadi mungkin mereka akan sendirian dirumahku, mendengar hal tersebut sepertinya Scott tidak begitu peduli, tapi aku sedikit agak kecewa.

Seperti biasa Scott tiba dirumah ku pada hari Jumat jam 5 sore, tapi kali ini dia membawa temannya yang bernama Rob, mengenalkannya kepadaku, lalu dia ke kamarnya dengan membawa tas yang berisi baju untuk menginap. Mereka juga sepantaran di kisaran umur 15-an tahun, tinggi badan berat dan juga fisik badan mereka sama memang ukuran untuk anak seumuran mereka. Tapi diantara mereka berdua memang Scott lebih menarik, Rob terlalu pendiam walaupun juga dia murah senyum dengan rambutnya yang agak kepirangan. Kami duduk bersama di ruang tengah sambil minum kopi dan ngobrol kesana kemari, tidak terasa pas aku melihat jam, waktu sudah mengharuskan aku untuk mandi dan bersiap untuk pergi ke pesta kantor, maka aku potong pembicaraan kami dengan memberitahukan kepada mereka bahwa aku akan mandi utnuk bersiap pergi. Aku tidak tau apa yang Scott ceritakan ke temannya Rob mengenai diriku, jadi kututup pintu kamar mandiku ketika aku memulai mandi. Tetapi ketika aku baru mau memulai untuk menyalakan air, tiba2 aku mendengar seperti suara berbisik bisik dari luar kamar man, dan ketika itu juga aku merasakan pintu kamar mandi seperti terbuka sedikit secara pelahan lahan. Aku tersenyum kecil kepada diriku sendiri, sekarang aku tau, bahwa Scott telah menceritakan kepada Rob temannya tentang permainan ku, permaianan kami lebih tepatnya.

Seselesainya aku mandi ketika saat aku sudah berada di kamar tidur, sewaktu aku mengancingkan kancing bra, aku mendengar seseorang membuka pintu kamar tidurku sedikit, ketika aku melihat melalui kaca cermin yang ada di kamar. Ternyata memang pintu kamar ku tidak tertutup dengan rapat, aku bisa melihat dari pantulan cermin bahwa Rob temannya Scott sedang mengintip melalui celah pintu. Untuk beberapa detik aku bingung harus berbuat apa, melainkan aku harus menghadapinya, lalu aku melanjutkan untuk memakai bra-ku, dengan perlahan –lahan aku sedikit membungkukan badan dengan sengaja untuk memakai celana dalam dan terlihat payudaraku seperti mau keluar dari cup bra-ku, Lalu kupakai celana dalam ku yang berwarna putih kutarik kearah paha, aku meyakinkan kepada diriku sendiri agar mereka dapat melihat sepanjang kaki ku dengan jelas dan juga sekeliling pantat dan pinggulku yang behenol. Jantungku berdebar dengan sangat hebat saat aku memilih baju untuk kupakai, dimana aku sedang dalam keadaan setengah telanjang dan diintip oleh remaja2 tanggung itu, setelah aku menemukan baju yang akan kupakai, aku langsung beranjak untuk memakaikan cream body lotion kepada tubuhku. Aku juga merasa dan melihat dari pantulan cermin Scott juga memperhatikanku dengan sangat seksama, bahkan mereka seperti ingin membuka pintu kamar ku lebar2 untuk melihat pemandangan tubuhku lebih jelas lagi. Akhirnya mereka pergi kembali keruang tengah setelah aku lengkap berpakaian dan aku berjalan mengambil sepatu yang memang kuletakan di belakang pintu kamar ku. Lalu aku bergabung dengan mereka di ruang tengah sambil memakai sepatu dan sedikit memrikan sentuhan terakhir untuk make-up ku, dan aku bertanya kepada Scott, tetang apa yang akan mereka lakukan waktu aku pergi nanti, dan Scott menjawab bahwa mereka hanya akan menonton televise atau beberapa buah video, tapi aku dapat membaca gelagat mereka dan bahasa tubuh mereka yang membahasakan sesuatu dengan sedikt menahan tawa. Karena aku sudah agak terlambat untuk berangkat, maka kukatakan kepada mereka untuk selamat bersenang-senang, dan silahkan jika mau minum bir yang ada di lemari es. Lalu aku pamit kepada Scott, sambil mengedipkan sebelah mataku dengan agak genit.

Meskipun umurku 29 tahun, tapi aku merasa sangat nyaman dengan keadaan bahwa mereka sangat menginginkan aku, maksud ku adalah dua orang remaja laki laki itu, dimana salah satunya adalah adik Ipar ku sendiri. Acara pesta kantorku diadakan di tengah kota dan berjalan dengan sangat lancar. Dimana di pesta itu makanan dan minumam sangat berlimpah ruah dan musiknya pun juga enak didengar. Saat acara pesta itu selesai, aku memtuskan untuk langsung pulang daripada lanjut ke diskotik ikut dengan teman2 kantor yang lain. Didalam perjalan pulang memakai taksi, aku tidak berhenti memikirkan bagaimana caranya untuk menggoda kedua remaja lelaki itu lagi dengan godaan yang lebih dahsyat.

Sesampainya di apartemen, ketika membuka pintu aku dapat mendengar suara ribut dari kedua anak laki2 itu, dan suara TV juga lumayan keras. Dan saat aku masuk, aku cukup terkaget dengan adegan di TV berwarna 30 inci milik ku dan adegan video yang mereka putar, aku melihat suatu adegan seorang negro yang sedang bercinta dengan pasangannya yang sedang bersiap memasukan penisnya yang sangat besar dan hitam ke dalam sebuah vagina wanita berambut pirang yang sangat mungil.

“ Astagaaa...apa yang kalian lakukan, nonton film apa ini,....ya ampun...dimana kalian menemukan video ini?” Aku membentak mereka sambil masuk ke ruang tengah. Ternyata mereka menonton film porno milik Sam suami ku, Aku pun melihat tisu2 bekas yang berserakan di ruang tengah dan botol2 bir yang sudah kosong

“Annjriiittt....mampusss..!!”, sahut Scott panic. “Maaf...kaaakk, tadi aku cari2 film eh...ketemunya malah film beginian...”, dia menjawab pertanyaanku dengan sangat panic dan ketakutan, sambil tangan dan matanya mencari-cari remote TV untuk mematikan video tersebut, dan dia juga tidak lupa berdiri sambil menghalang-halangi layar TV dengan tubuhnya. “ Maaaafff...banget kak, sumpah asli aku minta maaf banget..”, aku pikir Kakak pulangnya masih lama,” aduh maaf banget ya kak..ampun...soryyyyy”. Sahut Scot sangat ketakutan.


“Annjriiittt....mampusss..!!”, sahut Scott panic. “Maaf...kaaakk, tadi aku cari2 film eh...ketemunya malah film beginian...”, dia menjawab pertanyaanku dengan sangat panic dan ketakutan, sambil tangan dan matanya mencari-cari remote TV untuk mematikan video tersebut, dan dia juga tidak lupa berdiri sambil menghalang-halangi layar TV dengan tubuhnya. “ Maaaafff...banget kak, sumpah asli aku minta maaf banget..”, aku pikir Kakak pulangnya masih lama,” aduh maaf banget ya kak..ampun...soryyyyy”. Sahut Scot sangat ketakutan.

Aku melihat mereka sangat panik mendengar bentakan yang kulakukan, tapi sebenarnya aku hanya ingin mengagetkan mereka saja., dengan tawa simpul yang nakal, aku masih bisa melihat pemandangan jejak2 remaja laki2 yang sedang bermasturbasi ria sambil nonton film porno, celana mereka belum terkancing, tangan mereka pun sibuk menutupi penis mereka yang terpapang karena celana mereka yang melorot, terlihat agak aneh tapi lucu juga.hehe. Aku masih menjaga wibawaku, walau memang terasa sulit untuk menahan tawa ku, dengan keadaan yang sulit ini aku berkata kepada mereka,” Ya udah gpp, maaf klo aku mengganggau kesenangan kalian, udah pada gedekan...asal jangan berantakan kaya gini ya...!!!...Nah Sekarang siapa yang mau tambah bir lagi..?? “ Ku katakan sambil melempar senyum kepada mereka untuk mencairkan suasana. Dengan kebingungan mereka, mereka menatap satu sama lain, dan akhirnya mereka mengangguk dengan tawaran ku untuk tambah bir, dan aku pun berlalu dan mengambil bir.

Saat aku kembali denagan membawa bir, mereka telah merapihkan celana mereka dan penis mereka pun sudah menghilang dari pandangan. Aku berikan bir kepada mereka dengan sedikit membungkukan badan agar mereka dapat melihat belahan dadaku, yang memang dengan potongan baju pada leher yang sangat longgar dan rendah. Aku duduk disebelah Scott, ku angkat dua buah box kaset video yang kosong, dan aku bertanya, “ Ini bukan pertama kalinya kan, kalian nonton film beginian, iya kan...??”. Pipi Scott langsung memerah padam, dia mengaku kalau dia memang menemukan film2 ini mulai dari sebulan lalu dan secara rutin dia tonton jika aku sedang pergi keluar rumah. Aku habis pikir, besar juga ya nafsu sex-nya. Bukan hanya ngintipin aku lagi mandi, tapi dia juga bermasturbasi sambil nonton film porno. Aku cumin bisa membayangkan klo Sam kakaknya bisa senafsu adiknya klo lagi sama aku. “...Kacau kamu Scott..Scott...mesum banget sehhhh kamiuuuuu..”, aku sedikit menggodanya. “ .. Kakak juga tau kli...kamu juga cerita kan ke Rob temen kamu, klo kamu juga sering mengintip aku...iya kan...Kakak kanliat kamu ngomong sam Rob, sebelum kakak pergi...”, mendengar ocehan ku, Scott hanya sedikit tertawa..karena malu. “ Terus...apa yang kamu harapkan...kalo kamu lagi ngintipin aku mandi atau pas aku lagi ganti baju....??” Dengan agresif aku lanjutkan semua pertanyaanku.

“ Mmm..payudara kk..”. Scott bergumam. “ Dada..ku..??” Aku sangat kaget mendengar gumamannya. “ Ooo, jadi gitu...kamu mau, liat dengan lebih jelas kedua dadaku...??”. Aku bertanya kembali, dan dengan semangat Scott menjawab, “ Iya..”. Lalu aku berdiri dan dengan gaya sedikit seksi kulepaskan blus dan pakaianku, layaknya seorang penari striper yang mulai membuka satu2 pakaiannya, dengan perlahan aku lepas bra-ku dan terpampanglah kedua payudaraku yang sangat montok dan ranum menggantung dan terlihat keseluruh ruangan. Melihat aku dalam keadaan seperti itu, Scott dan Rob kegirangan dengan liarnya, dan aku berjalan agak terhuyung kearah sofa dan kembali duduk di sebelah Scott adik iparku, dimana dia telah terangsang melihat ketelanjanganku dengan tonjolan celananya.

“..Sini donk..Scott, nih..udah liat kan kepunyaan kk, terus kamu mau ksh liat kepunyaan kamu gak ke KK..??” Dengan gemetar Scott melirik temannya Rob, dan meraih karet celananya lalu mulai menurukan celananya, terlihatlah Penis Scott yang bisa dibilang cukup besar untuk anak remaja laki2 seumuran dia, penisnya yang besar langsung menyeruak keluar dengan liarnya. Melihat penisnya yang sebesar itu aku mengangkat alis mataku, ternyata penisnya lebih besar dari Sam KK kandungnya, dan lagi untuk mengocok penis sebesar dan sepanjang itu akan terasa sangat menggemaskan.

“ Aku berani taruhan, pasti ce2 akan suka untuk menghisap penis-mu..”, ku katakan dengan agak tertawa. “ Aku harap sih..juga begitu Kak..”, dia bergumam mengaku sambil melepas senyum malu2.

“ Hah...Sumpah...gak bgt deh...jadi maksudnya, kamu belum pernah merasakan penismu dihisap..?” Dengan takjub aku mendengar peryataannya dan Ku putar bola mataku sambil mengejeknya. “ Ok klo gitu..jika kamu mau berjanji untuk tidak bilang kepada siapapun, Mmmm...kita bisa lakukan hali itu malam ini..”. Ku katakan hal ini dengan yakin.

Mendengar ajakan dan janjiku, mereka langsung berkata dengan liarnya, “ Wahhh...iya Kak..kami janji..kami janji”, dimana kata2 mereka menganggetkan diriku.

Dengan senyum simpul penuh kegenitan pada muka tebal ku ini, langsung saja kutantang mereka, “ Ok...siapa yang mau duluan..??”

“ Aku donk Kak...plis...”, Scott menyahut dengan keras dan memohon, terlihat Scott sudah mulai memngelus-elus Penisnya dengan penuh Nafsu.

“ Yaudah..yaudah..mending kalian berdua duduk aja dulu yang rapih ya... “. Aku menenangkan mereka, dengan memerintahkan agar mereka duduk di Sofa. Lalu kedua remaja tanggung yang seudah melepas celana itu duduk di sofa disamping kiri dan kanan ku, lalu aku membungkuk kearah Scott, secara otomatis payudaraku bertumpu pada paha Scott, lalu aku mulai menggenggam penis Scott yang besar berurat itu dengan jari2 ku yang kukunya ku cat merah. “ Sakit gak...?” Aku menggodanya, dan Scott pun mengelengkan kepalanya. “ Mungkin lebih baik ku kecup dulu kali ya...”.

Kulingkarkan genggeaman jariku pada batang penisnya yang panjang..dan dengan perlahan ku masukan kepala penisnya yang berwarna merah kedalam mulutku dengan sedikit hisapan. “Ooooohhhh....”, Scott terdengar mulai medesah keenakan. Perlahan tapi dengan genggaman yang kuat kukocok penisnya naik dan turun, sambil kuhisap dan kujilati kepala penisnya yang sangat beraroma daging muda sorang perjaka. Dengan tangan ku yang satu lagi, kugunakan untuk meremas dengan halus buah Zakar Rob, dan meggoda Rob dengan gelitikan2 nakal dengan jari2 ku pada batang penis Rob.
Aku sudah mulai merasakan kedutan-kedutan pada buah zakar Scott, lalu kulepaskan hisapan pada penis Scott dengan menarik kepalaku kebelakang tetapi menambah kecepatan kocokan terhadap penis Scott, dan “Aaaagghhhhhhh.....”, desahan sexy keluar dari mulut Scott, lalu terlihatlah cairan sperma yang hangat berwarna putih keluar dari lubang kencing mungil yang terdapat pada kepala penis Scott, muncratan sperma Scott tercecer pada perutnya. Lalu kulepaskan sementara rabaanku pada Rob, dan aku memberikan kedua tangan ku untuk mengocok penis Rob sampai tetesan sperma terakhir pada penis Scott.

“Aku..aku..aku dong kak sekarang..!!” Rob menjerit terkagum-kagum. Ku tegakan badanku sambil aku membenarkan posisi celana dalamku yang sekarang sudah agak basah oleh cairan kewanitaan ku. Payudaraku terlihat menggantung dengan kemolekan dan kemontakknya aku juga merasakan ingin sekali di remas pada bagian dadaku ini, dan putting susu pada payudaraku sudah mengeras mancung akibat sensasi dari rangsangan memuaskan remaja2 lelaki tanggung ini. Lalu aku memindahkan tubuhku kearah Rob, sambil aku memerintahkan Scott untuk meremas payudaraku, dari belakang karana posisiku berada ditengah tengah mereka. Sambil aku meraih Penis Rob dengan genggamanku,

Scot berlulut disebelahku dan secara berkesinambungangan memberikan remasan remasan lembut pada payudaraku yang sebelah kanan. “ Jangan gitu donk Scott...remas yang kuat...kan kamu udah lama banget pengen ini....remas yang kuat sayang, gunakan kedua tanganmu..!!”, aku mengkrtik caranya meremas payudaraku, mendengar kritikanku Scott mulai meremas payudaraku yang montok ini menggunakan jari2nya dengan penuh hawa nafsu, dan memencet putting susuku seperti memerah dan meremas tanah liat. Kurasakan jemari tangan Rob yang mulai bergerilya keatas kepalaku dan di mulai membelai belai rambutku sambil agak ditekannya kepalaku kebawah agar penisnya masuk semakin dalam ke tenggorokanku, seiiring dengan batang penis Rob yang kulahap dengan sangat nafsu dan penuh dengan gairah. Dan akupun sangat menikmati rasa sakit sedikit pedih yang kurasakan pada bagian putting susu dan payudaraku akibat dari remasan jemari tangan Scott yang sangat liar dan bernafsu membuat diriku semakin diliputi hawa nafsu dan menginginkan suatu kepuasan yang sangat tak terhingga.

Vaginaku mulai basah mengalir becek dan klitorisku pun sudah membengkak ingin suatu gesekan, sama seperti halnya mulutku yang penuh terisi dengan penis Rob, birahi yang menyelimutiku ini membuat aku menggeliat-geliat menahan gairah yang susah untuk ku bending. Ku lepaskan sebentar hisapanku pada Rob, agar aku bisa berbisik kepada Scott, ..“ Gunakan Jarimu Scott, masukan jarimu kedalam Vagina KK...remas pantatku sepuasmu...!!”. Mendengar perintahku, Scott terlihat seakan akan tidak percaya akan keberuntungannya, dan dia tetap berpindah ke belakangku. Tangan Scott yang kanan langsung memelorotkan celdam yang kupakai dan langsung menyelipkan membelah diantara bongkahan pantatku yang montok menggairahkan dengan jari2nya yang mulai bergerilya disekitar lubang anusku mencoba memasukan jari telunjuknya kedalam anusku. Secara spontan aku langsung merintih dan mendesah pelan. Merasa kurang yakin akan kepuasaanya dalam mengerjai KK ipar perempuannya, Scott memasukan tangan kiri-nya kearah depan celana dalamku, bergerak perlahan menuju belahan Vaginaku yang selalu kucukur dengan rapih. Aku merasakan tangan Scott seperti gemetaran. “ Masukin jarimu..donk..!!” Aku mengulagi perintahku dengan sedikit agak memaksa, karena memang aku sudah dimabuk oleh hawa nafsu surga dunia. Jarinya langsung melesat masuk kedalam liang vaginaku yang sudah basah bercampur dengan cairan kewanitaanku dan keringat birahi. Bibir vaginaku terbelah menyesuaikan hujaman dari jari2 adik Iparku, vaginaku mulai menerima menelan Jari2 Scott adik iparku, 1 selanjutnya dimasukannya 2 jari kedalam liang Vaginaku. Aku mengerang merasa nikmatnya dikerjai oleh adik iparku dan temannya, rasa nikmat itu membuatku mempercepat tempo hisapan dan kocokan mulutku terhadap penis Rob. Aku sudah tidak bisa berkonsentrasi lagi, aku menghisap Penis Rob sekuatnya, konsentrasiku buyar karena aku merasakan kedua tangan Scott jemarinya mulai bergerilnya di sekeliling klitorisku Vaginaku terasa nikmat ditusuk dengan dua jari dan aku juga merasakan klitorisku dipilin-pilin olehnya, yang membuat aku merasa seperti tersetrum tingkat tinggi oleh sengatan gairah birahi hawa nafsu.

Akibat keenakan merasakan kenikmatan yang di berikan oleh adik iparku yang membuyarkan kosentrasiku, aku tidak mulai sadar bahwa penis Rob sudah mulai mengejang dan kepala penisnya semakin membesar, sedangkan penis Rob masih berada didalam mulutku dengan kepala penis beerada dalam kerongkongan ku dan aku masih dengan liar mengocok penis rob dengan mulutku, akhirnya aku tidak sempat untuk mencabut hisapanku, penis Rob sudah terlanjur memuntahkan cairah putih hangat nan pekat, memuncratkan lahar kenikmatan berwarna putih kental kedalam mulutku. Kecerobahan ku ini membuatku harus merasakan sperma seorang remaja tanggung, dengan buas aku hisap penisnya sekuat kuatnya, sampai dengan tetesan terakhir sperma yang keluar dari penisnya, kukumpulkan cairan lelaki yang berwarna pekat itu di dalam mulut lalu kutelan semua cairan itu. Lalu kuangkat kepalaku, kulepaskan hisapan ku, aku ingin sekali melihat kepuasan yang tergambar pada wajah Rob. “Wow....ssshhh....fuih.....”, Rob menghela nafas puas, aku tersenyum senang melihat mereka sudah terpuaskan. Tapi aku masih merasakan jemari tangan Scott yang masih menyetubuhi vaginaku,dua jarinya keluar masuk Vaginaku dengan sedikit menggesek membelah bongkahan pantatku yang sangat gempal.

Seperti laying fil bintang porno, dari posisiku yang menungging, kuputar pinggulku seirama dengan pergerakan jari2nya yang tetap keluar masuk dalam Vaginaku, posisiku duduk mengangkang sekarang dan kedua jarinya keluar masuk dalam Vaginaku dengan jari jempolnya yang terasa seperti memukul ujung dari klitorisku ketika pergerakan masuk kedalam vaginaku. Aku merasakan semakin bernafsu. “ Yang dalam donk...lebih dalam sodok yang kuat....akkkhhhh...yessss.....hmpppffff.....tambah lagi jarinya dong ah...gimana sih kalian...ssshhhhhhh....”, aku membentak mereka saking bernafsunya diriku. Kupejamkan mataku agar kenikmatan semakin merasuk kedal;am diriku kenikmatan seks yang semakin mengalir di dalam darahku, seiring dengan mulai kurasakannya 4 jari Scott menerobos masuk kedalam liang Vaginaku yang basah kuyup. Aku kembali terhuyung tubuhku jatuh kearah pinggul Rob, wajahku menempel pada pinggul Rob, akibat sodokan tangan Scott, wajahku seperti tertekan kepada Penis Rob yang ternyata tetap berdiri dengan tegaknya, dengan nafsu ku yang sudah seperti binatang, kehausan sekx ku selama ini...kusetubuhi tangan Adik Iparku dengan sangat bernafsu terus danterus tanpa putus asa menuju kepada kepuasan klimax. Scott sepertinya juga mulai bernaffsu dan sangat ingin menyetubuhi istri kk kandungnya sendiri, dia mulai menekan nekan penisnya yang tegang ke kaki ku, ku tengokkan kepalaku untuk melihat keadaan adik iparku itu, lalu akuberkata Scott adik iparku,“ Setubuhilah diriku...!!!”.

Secara spontan Scott menyahut, “ aku belum dapat apa2 Kak...??” Dia memohon kepadaku dengan agak sedikit kecewa, karena mungkin dia melihatbahwa aku tidak menelan spermanya tadi, seperti aku menhisap sperma Rob katika Rob temannya oragasme, tapi kekecewaannya ini bukan berarti dia menolak kesempatan ini, kesempatan emas untuk menyetubuhi KK Iparnya dimana aku adalah Istri dari KK kandungnya.

Mendengar permohonannya aku semakin tegas mengatakan kepada Scott, “Aku gak peduli...pokonya sekarang Masukan Penismu kedalam Vagina ku....sekarang!!!!”, akhirnya tanpa harus ku ulangi sekali lagi perkataanku, Scott berhenti memompakan jari2nya di Vaginaku yang sudah berdenyut denyut dan terus basah, dan Scot terlihat langsung berlutut di belakangku. Pertama tama Scott meraba celana dalam ku dan selanjutnya dia menggeser dengan menarik bagian selangkangan celdam ku ke samping bongkahan pantat, aku merasa semakin basah dan klitoris ku makin membengkak terangsang, dan akhirnya Penis Scott masuk dengan mudahnya ke dalam Vagina ku. Dengan posisi dogy style dia menyetubuhi ku sebisa mungkin yang bisa dilakukan oleh remaja tanggung, dicengkramnya kuat2 pinggulku, dan dia memulai memaju mundurkan pinggulnya menghantakan penisnya kedalamvaginaku yanggetaran hantamannya terasa samapai kepada rahimku.

Inilah yang aku inginkan selama ini, “Ooohhhh yeessssss Scott...Sshhhhh ah..ah..ah..ah..lebih cepat...lagi yang keras, lebih keras...masukan yang dalam Scott....remas payudaraku....hhmmppffff...uuchhhh...Fuck me...Fuuuuck....”, aku mengerang dengan hebatnya, dan memang dogy style adalah posisiku yang paling ku gemari, karena aku sangat menikmati saat penis keluar masuk dan menggosok dinding bagian dalam bongkahan pantat, rasanya sangat nikmat. Saking keenakannya aku pejamkan mataku, dan ketika aku buka mataku aku lupa Penis Rob berdiri dengan tegaknya di hadapan wajah ku. Aku tidak bisa menolak ke ereksian penis itu, kumasukan kembali penis Rob kedalam mulutku, penis Rob terasa sangat fantastis...masih berbalut sisa sperma dengan campuran lipstick dari bibirku sisa2 dari hisapan ku tadi, kulahap kepala penis Rob seperti sedang menghisap permen, sambil ku kocok batang penisnya, sambil kumainkan klitorisku dengan tanganku yang satu lagi. Aku belum pernah tau, bahwa gosokan pada klitorisku akan terasa agak lengket, dan jadinya agak pedih jika aku raba klitroisku dengan jari2 ku, saat penis berada di dalam Vagina ku, tapi hal ini menjadikan aku merasa lebih seksi. Scott sepertinya telah menemukan selah dalam menyetubuhi kk iparnya dan sekarang dia benar2 menghantamkan penisnya ke dalam diriku, sambil mempernainkan meremas pantat dan sesekali payudaraku dan putting susuku. Jika aku mengingat kembali dari awal kejadian ini, ternyata Scott sudah mencoba untuk mengocok penisnya sendiri 2 sampai dengan 3 kali sebelum akhirnya aku mengetahuinya, lalu baru aku memberikan dia kocokan dan hisapan dari mulutku, ya jadi wajar aja klo sekarang dia tidak memperlihatkan tanda2 seperti mau keluar, mennyemprotkan spermanya atau tanda2 akan orgasme.

Tiba2 aku aku merasa khawatir seiring dengan mulai terasanya orgasme yang akan aku alami, tetapi Scott tetap menyetubuhi diriku dan Rob teman Scott terlihat sangat nyaman dengan aku menghisap penisnya, aku mencoba untuk bertahan aga sebisa mungkin kutahan desiran demi desiran gelombang oragasme yang mulai menyerangku, tetapi aku juga ingin merasakan oragasme yang hebat ini, dengan sensasi 2 didalam 1, aku tetap memainkan klitrorisku. Akhirnya aku mendapatkan suatu klimaks dari orgasme yang sangat indah, aku orgasme 3 kali berturut turut, sebelum akhirnya Scott menyemprotkan spermanya yang tidak terlalu banyak ke dalam rahimku. Ditarik lah penis Scott dari liang persanggamaan itu, dengan mnarik pinggulnya dan dia terjatuh disebelahku. Aku juga merasa sangat letih tapi sangat terpuaskan. Lalu aku memutar posisiku, dan duduk disebelahnya, tubuhku masih terasa seperti tergoncang dan basah oleh keringat. Ku pandangi Penis Scott yang masih agak tegak yang terlihat basah mengkilatterlumuri oleh campuran antara cairan ku dan dia di bagian kepalanya, peninya masih agak menyembul seperti tiang bendera.

Sewaktu aku masih dalam proses mengembalikan tenagaku, dengan mencoba menormalkan nafasku yang masih tersengal-sengal, Rob bangun dari sofa dan berdiri dihadapanku dan penisnya yang masih tegak dan sangat keras dengan sangat telak menunjuk kea rah wajahku. “Kak...Boleh saya ambil gilran saya sekarang..??”, rob bertanya kepadaku dengan sangat sopan. Mendengar permintaan Rob, aku tersenyum kepada Rob dan ku raih botol bir dan kuteguk bir itu dengan sekali tegukan besar dan tersenyum kembali, sambil berkata, “ Ya Jelas dong Saayaaangggggg, aku gak mau kamu jadi tidak merasakan ini ku...”. Lalu aku berdiri dari sofa dan melepaskan sepenuhnya celdam-ku yang memang tadi tidak dilepaskan sepenuhnya oleh Scott, dan sekarang aku sudah bugil total alias telanjang bulat, aku masih bisa merasa saat aku sedang berdiri, seperti bibir Vaginaku akan terjatuh kebawah akibat sodokan2 penis Scott tadi. Kupandangi wajah Rob dan Scott sambil aku kembali berbaring di Sofa dengan membuka lebar2 kaki dan pahaku, dari wajah mereka terlukis suatu kepuasan dan kesenangan. Dengan keadaan ku yang mengangkang, sperma Scott masih menetes keluar dari Rahimku menuju ke bibir Vagina dan akhirnya mengalir keluar sedikit. Seringai suara bocah2 ini kembali menyalakan api nafsu seks di ruangan ini.

Rob berbaring menindih diriku dan diiringi sedikit penyesuaian akhirnya Penis Rob meluncur masuk kedalam Vagina ku. Rob tidak perlu bersusuah susah, karena memang Vahina ku masih basah dan licin dan sisa2 ukuran penis Scott, masih terjiplak di bibir liang Vaginaku ini. Setelah tadi Scott benar2 manghujamkan penisnya ke dalam Vaginaku, dimana hujaman hujaman itu membuat diriku menjadi lebih santai dan menikmati, karena baru saja di masuki oleh benda dan benda yang selanjutnya tidak begitu masalah. Begitu pula Rob, setelah penisnya langsung masuk dia seperti langsung tancap gas seperti kereta api, dimana aku juga agak terkejut dengan nafsu yang dimiliki oleh Rob. Dengan insting seks ku aku mulai melingkarkan kaki ku pada pinggang Rob, dan aku berpegangan pada kaki ku yang sedang melingkar di pinggang Rob, dengan posisi seperti ini penis Rob yang agak lebih besar sedikit dari Scott terasa masuk semakin dalam dan dalam senada dengan hujaman hujaman pasak birahi-nya yang sampai terasa pada dinding rahimku, sama seperti tadi waktu Scott menyetubuhi ku. Payudaraku yang montok ini tidak berhenti terguncang-guncang akibat sodokan2 Rob pada Vagina ku, dan dan mereka tidak berhenti mengerjai KK ipar nya ini dengan meraba dan memilin milin putting ku yang menjadi kemerahan. Rob berusaha untuk mencium bibirku saking gemasnya dia pada kecantikanku, tapi cumbuan ke bibirku sangat sulit dilakukan, karena kecepatan hujaman sodokan yang demikian cepat dan keras, membuat kami terus berusaha untuk berciuman.

“Pppelan...pelan..pelanin dikit dooonk Rob..!!”, aku memohon kepada Rob. Lalu Rob menjawab Ok dan tersenyum kepadaku. Lalu kulepaskan rangku;lan kaki ku terhadap pinggangnya, dan Rob menegakan tubuhnya dan menjadikan lenganya sebagai topangan kakiku, wow...aku melihat betapa sksinya dia...dan aku merasa menjadi seperti pelacur...huhuhu...., apalagi setelah dia merubah posisiku dengan mengangkat ku merubah posisi dengan tidak mencabut penisnya dari dalam Vaginaku, dia mengangkat dan meletakan tubuh ku di karpet dan bahuku bertumpu di karpet, dengan posisiku di bawahnya dan dia tetap duduk disofa, “ Heeyyy...Rob, kamu mau ngapain sih....aaakkhhh...sshhh...?” Aku bertanya dan seiiring aku merasakan penisnya masuk lebih dalam lagi pada Vaginaku dengan posisi bersetubuh seperti ini, dan Rob menjawab,” Aku liat posisi seperti ini di Film Kak, dan sepertinya enak deh”.

Aku memang harus se-flexible mungkin dengan persetubuhan kali ini, Rob memmerintahkan ku untuk merangkul erat tubuhnya, dan ternyata dia sekarang mengangkat diriku dengan tetap tidak mencabut penisnya sedikit pun dari dalam Vaginaku, dan aku belum pernah bersetubuh dengan gaya yang aneh seperti ini sekalipun dengan suamiku Sam. Posisi ku yang tergantung pada badan Rob, dan hujaman yang diberikan terasa semkin dan makin dalam, penisnya seperti menerobos masuk ke dalam rahim ku, rasanya sangat luar biasa tapi aku juga khawatir dia akan merusak Vagina ku...tapi ternyata tidak itu hanya perasaan ku saja....semakin kurasa enak hujaman itu sampai perut ku bagian bawah ku pun terasa penuh terisi oleh ukuran penis Rob yang gemuk. Dia terus memompa penisnya kedalam Vaginaku, menyetubuhiku dengan sangat nafsu, nafsu binatang yang dimiliki Rob sangat membuat birahi ku makin terbakar, dia terus menambah kecepatan kocokannya. Dengan nafsu liar Rob, Rob juga tidak sadar akan jeritan dan teriakan ku...aku mulai merasa pedih dan agak sakit pada bagian Vagina ku, tetapi aku juga merasakan suatu sensasi kenikmatan yang luar biasa, semua berbaur menjadi satu.....” Yes! Yes! Yes!.....akhhhhh Yes Rob...Fuck Me....dasar kamu Bajingan kecil.....uuucchhhhhh..., Aaauuuu....sakit Rob...ssshhhhh...aaaduuhhhh....akkhhhhh....Terusss ss....ahhh”, Rasa sakit mulai terasa sangat pada bagia kelaminku, karena memang Vagina ku berangasur angsur kering, dan perut ku yang bagian bawah seperti keram dan aga terasa sakit sedikit. Wajahku juga merbah menjadi tidak senyaman tadi denganrasa sedikit perih yang mulai terasa dan aku juga menjoba untuk berhenti berteriak dan menjerit, dan Rob pun juga merasa bahwa dia menetubuhi KKipar temannya ini dengan lama, sodakan kocokan yang menghujam dengan sangat hebat, dan lebih cepat dari siapapun.

Akhirnya Rob membaringkan aku kembali di karpet dengan tetap terus menyetubuhi aku, dan aku mulai berharap kapan persetubuhan ini akan berakhir....aku sudah mulai merasakan nyeri pada vagina dan pinggulku, tulang2 ku seakan aka remuk. Tangannya tetap menjadi topangan kaki ku, saat aku berbaring di karpet, saat dia menambah kecepatan sodakannya untuk terakhir kalinya pada persetubuhan saat ini, dan akhirnya aku merasakan cairan hangat yang tersembur keluar dar batang perkasanya itu, sperma yang akhirnya keluar juga itu memenuhi rahimku. PInggul dan perutku terasa seperti keram, seiring denga dia memperlambat gerakannya terhadap diriku dan melepaskan kakiku dari topangan tangannya dan kaki ku pun terjatuh ke karpet. Begitu pula Rob, terlihat sangat lemas dan lunglay, mulai merabahkan tubuhnya diatas ku, dan aku pun tidak segan2 untuk mncumbunya...lau kukecup bibir Rob, Dengan sagat lembut kami bercumbu dengan memutarkan lidah kami yang bertemu satu sama lain di dalam mulut kami, bibir kami yang sedang bergumul, saat2 indah kami, yang kami lakukan sambil berangsur angsur reda dari badai gairah birahi dan sebuah sensasi dari Fantasitinggi kami yang akhirnya terealisasi.

Pada akhir dari persetubuhan kami, aku kecup dahinya, dan aku berbisik kepada Rob, “ Sayang, aku harus ke Toilet nih...”, Rob pun bangun dan membalikan badannya kembali duduk di sofa. Aku mencoba beranjak dari karpet dan berdiri, lututku terasa bergetar, dan nafas ku pun terengah engah sambil ku berjalan dengan tertatih tatih menuju toilet. Vagina ku terasa berdenyut denyut panjang, ketika aku kencing...memang terasa enak sekali kencing pun terasa agak berdenyut dan aku merasa puas sekali. Setelah aku selesai buang air kecil dan membersihkan vaginaku dari sisa2 sperma mereka yang bercampur dengan cairan kewanitaan ku, aku terduduk untuk beberapa menit di klose, dan merenungkan semua perbuatan dan tindakan yang telah aku lakukan dengan bocah remaja yang tanggung berumur 15 tahun, merasa berdosa, takut ketahuan Sam...tapi aku tersenyum nakan, ya jangan sampai ketahuan...pikirku....senyuman nakalku kembali mempengaruhi pikiranku agar membawa jari2 ku yang secara tidak sengaja mulai kembali meraba klitoris ku, aku agak terangsang lagi pada saat itu. Tapi kubuang pikiran itu jauh-jauh, dan cukup untuk hari ini. Setelah aku selesai membersihakan diri, aku ambil jubah mandiku (kimono) dan memakainya karena memang aku telanjang bulat jika aku tidak memakai kimono itu, lalu aku kembali bergabung dengan mereka di Runga tengah. Sampai di ruang tengah, agak penasaran apa yang mereka perbuat setelah puas menyetubuhi wanita yang lebih tua dari mereka , yaitu kk ipar/teman kk ipar mereka, kulihat kedua remaja itu tetap melanjutkan menonton film porno, dan kli ini film itu lebih extreme, dimana seorang wanita yang sedang disetubuhi oleh 2 orang pria, disetubuhi vagina dan disetubuhi pula lubang anusnya dan itupun dalam waktu yang bersamaan. Lalu Mereka menoleh kearahku menatap diriku dengan nakal, nanar dan juga nafsu, sambil tersenyum menggenggam penis mereka yang sudah kembali tegang dan keras. Dan aku bingung...bersiap dan mengantisipasi persetubuhan tambahan...atau mungkin serangan serangan mendadak dari mereka. Aku terdiam dan berpikir, selama aku sendirian diruma dan Sam Berlayar, ataupun saat situasi dan kondisi memungkinkan. Kenapa tidak.


TAMAT

Blog, Updated at: 23.35

0 komentar:

Poskan Komentar

Paling Populer

Daftar isi