Ibuku pemuas hasratku

Siang itu Ibuku kembali memandikan aku. Dengan penuh kesabaran aku dituntunnya menuju kamar mandi.
Seperti hari-hari sebelumnya selama seminggu ini. Perasaan itu kembali muncul saat itu. Perasaan yang tak sepatutnya aku rasakan pada ibu kandungku sendiri.
Ibu membantuku melepaskan pakaian. Tanganku memang masih sakit dan tak bisa melepas pakaian sendiri. Seluruh pakaianku dilepaskan ibu kecuali celana dalamku. Dimana batangku tampak menonjol didalamnya. Sama seperti sebelumnya, ibuku pun turut melepas pakaiannya. Beliau hanya menyisakan kemben dan rok dalamnya. Melihat ibu demikian hasratku semakin menderu-deru. Celana dalam ini seakan tak mampu menampung tonjolan batangku yang kian mengeras, sehingga mau tidak mau kepalanya menyembul melewati pinggang celana dalamku. Aku tak mampu menahan hal itu dan membuatku merasa sangat malu pada ibu.
Tetapi ibu tampak tenang-tenang saja. Ia tampaknya sudah mengerti apa yang ada dalam fikiranku.
Ia bertanya menggodaku kenapa melihat ibunya sendiri batangku bisa bangun.
Pertanyaan yang hanya membuatku merasa semakin malu.
Aku hanya bisa meminta ma'af padanya. Ibu tersenyum lembut. Sambil membasuh badanku ia mengatakan bahwa ia bisa mengerti perasaanku. Ia menduga pasti aku merasakan itu karena kangen kepada istriku yang telah tiada dalam kecelakaan bersamaku tempo hari itu. Diingatkan nama istriku aku menjadi teringat lagi kepadanya sehingga tanpa sadar akupun menangis.
Ibu lalu memelukku dan membelai lembut rambutku. Ibu berusaha meminta maaf karena telah mengingatkanku kepada istriku.
Entah kenapa aku merasa bernafsu sekali saat ibu memelukku. Batang kemaluanku semakin mendesak celana dalamku. Tampaknya ibu merasakan hal itu.
Sambil memelukku ibu meminta maaf padaku. Ia bertanya apakah aku benar-benar bernafsu saat ini.
Aku hanya mengangguk. Ia bertanya lagi, tapi pertanyaannya benar-benar mengejutkan aku. Ibu menawarkan membantu aku melakukan onani.
Tentu saja aku hanya bisa menelan ludah mendengarnya. Belum sempat aku menjawab. Ibu sudah melepaskan pelukannya. Ibu berlutut didepanku, lalu melorotkan celana dalamku.
Aku belum sempat mencegahnya batangku sudah digenggam oleh ibu dan dikocok-kocoknya lembut. Aku pun hanya mampu mengeluh merasakan kenikmatannya.
Ibu terus nengocok-ocok penisku hingga membuat seluruh ototku serasa luruh.
Lama rasanya aku tidak pernah lagi merasakan kenikmatan seperti ini. Aku hanya bisa memejamkan mata dan berpegang pada bahu ibu.
Aku merasakan sesuatu yang basah dan hangat dibatangku. Ketika aku membuka mataku dan memandang kebawah ternyata ibu tengah mengulum batangku.
Mengulum dalam lalu menyedot-nyedot lembut bagian kepalanya. Hal itu diulangi terus oleh ibu.Ahh ibuku..
Terang saja aku tak mampu lagi menahan dahsyatnya kenikmatan itu.
Dan ibu seakan mengerti, dilepaskannya kulumannya pada batangku berganti dengan kocokan lembut.
Tak lama kemudian aku merasakan desakan yang teramat nikmat hingga membuat seluruh tubuhku merenggang kejang. Crott...Crott..Crott.. Air maniku menghambur menyemprot deras ke wajah, leher, dan dada ibuku.. Oh ibuku.

Blog, Updated at: 08.45

0 komentar:

Poskan Komentar

Paling Populer

Daftar isi