aku dan liburan sekolah

Namaku Nur Fatimah, umurku empat belas tahun, masa yang indah saat memakai seragam putih biru, hampir setiap hari tawa canda saat jalan bersama teman-teman usai jam sekolah begitu menyenangkan. Santi lebih dari sekedar teman akrab, kami telah bersama semenjak di sekolah dasar. Saat libur sekolah, kadang dia menghabiskan seminggu dengan di rumah saya dan kadang kala aku yang tidur di rumahnya. Dia mempunyai kakak cowok yang ganteng namanya RAhmad, saat ini kelas dua SMA, jujur aku tertarik dengannya tapi tak pernah kuungkapkan pada Santi apalagi dengannya.

Pada umur empat belas, getar getar perasaan ada, terutama saat mengamati cowok-cowok, rasa ingin mendekat dan didekati, rasa ingin menyentuh dan disentuh mengelitik dada. Diantara teman sebaya, di satu sisi kami masih gadis kecil yang bisa bermain Barbie, tapi di sisi lain pubertas kami terus tumbuh, payudara mulai terbentuk dan menyembul mendesak T-shirt kami, kami tahu itu menjadi perhatian cowok-cowok bahkan pria dewasa yang suka daun muda. Ada sensasi erotis saat menyentuh lubang kewanitaanku yang mulai ditumbuhi bulu bulu halus, hal ini tidak terjadi dua tiga tahun yang lalu.

Liburan kenaikan kelas sembilan, aku ikut liburan bersama keluarga santi di Villa kaki gunung pinggir telaga milik mereka, ini kali ketiga aku kesana. Kamarku dekat kamar orang tua Santi. Malam kedua disaat semua sudah tidur, Kulirik jam dinding menjuk jam 12 malam saat aku mendengar suara yang pernah kudengar dari video 3gp yang kusimpan di HPku, datang dari kamar orang tua santi. Aku segera mengerti itu pasti adegan orang dewasa. Penasaranku timbul, ingin menyaksikan secara langsung tidak hanya sekedar melalui layar kecil HP. Kulirik sahabatku pulas dalam mimpinya, dengan dada berdebar aku berjingkat keluar kamar, detak itu semakin keras saat kuberanikan diri mengintip celah pintu yang tak tertutup sempurna. Itu kali pertama aku melihat dua orang dewasa bergumul telanjang, terengah engah saling memberi kenikmatan pada pasangannya. Tante fitri berteriak tertahan tubuhnya mengelinjang kemudian om Farhan terengah engah rebah diatasnya, mungkin moment itu yang disebut orgasme. Dikamar mandi nafasku masih terengah-engah membayangkan kejadian yang baru pertama kali kulihat, kuraba kemaluanku basah dan klitorisnya mengeras. Aku menengkan diriku dan segera kembali kekamar, tapi mata enggan terpejam, adegan itu terus membayang di pelupuk mataku. Tanpa kusadari tanganku mulai mengekplorasi kewanitaanku yang terus dan semakin basah. Klitorisku yang keras dan tegang berkedut saat jariku bermain main diatasnya, sensasi erotis itu meninggi dan terus meninggi dan akhirnya pecah meluber membasahi celana dalam pink miliku. Itu kali pertama aku bermaturbasi.

Jam 2 dini hari aku terlelap setelah berganti celana dalam. Kudengar samar santi membangunkanku, mataku masih enggan terbuka. " Ya udah kami kekota dulu nyari perlengkapan dan kebutuhan, mungkin sore hari kami baru kembali" katanya berpamitan. kuteruskan tidurku sampai jam 8 pagi saat hangatnya matahari menerobos jendela kamarku. Aku melangkah keluar, keadaan begitu sepi. Setengah jam sarapan suasana tetap sepi, aku menyimpulkan Om, Tante, Santi dan Rahmad pergi kekota yang jaraknya sekitar 40 km dari villa ini. Lebih dari setengah jam, aku nyaman membasuh tubuhku dengan segarnya air gunung. Kulilitkan handuk menutupi dada dan pangkal pahaku, aku cuek saja toh tidak ada orang di villa. Betapa terkejutnya aku saat membuka pintu kamar mandi, kulihat kak rahmad asyik menyeruput teh panas. Sontak matanya menyapu dari ujung rambut sampai ujung kaki saat tubuh mulusku hanya berbalut handuk mini. Wajahku memerah malu, sambil berlari menuju kamar. Rupanya Rahmad yang kupikir ikut kekota ternyata jogging keliling telaga.

Aku berusaha bersikap biasa menutupi maluku karena peristiwa tadi. Rahmad mengajak aku jalan jalan di sekitar telaga. Dia cowok yang sangat menarik, begitu memikat dengan joke-joke ringanya. Dia bersikap romantis yang membuatku semakin nyaman didekatnya, dia mengandengku dan tak jarang merangkulku, aku semakin bahagia bersamanya. Rahmad memasak makanan kaleng untuk makan siang kami, Suasana semakin hangat saat kami menonton film romantis dari DVD usai makan. Aku bersikap manja saat dia memeluku. Hasrat penasaran akan sentuhan dan dekapan pria terpenuhi bersama kakak sahabat baikku. Kecupan lembut mendarat hangat dikeningku, aku terkejut tapi tak kuasa menolaknya malah memejamkan mata. Kecupan itu turun menjalar menyentuh bibirku, " Ya tuhan begitu luar biasa sensasinya " bisikku dalam hati. Aku tak mau sensasi itu cepat hilang, bibir kami saling beradu, saling memanggut. Gejolak libido gadis remaja ini pelan pelan meninggi. Rabaan sentuhan dan remasan menyerang syaraf syaraf sensitifku. Aku tak mengerti bagaimana kejadiannya, kami berdua sudah diatas ranjang tanpa sehelai benangpun.

Mungkin pengaruh Video 3gp di hpku atau juga karena semalam aku mengintip orang tua santi bercinta, Nur Fatimah perawan 14 tahun dengan sukarela mengulum batang kejantanan Rahmad. Aku pun membiarkan saat kakak sahabat karibku mengulum ranum putingku, pun tidak ragu membuka paha saat lidahnya menjilat klitorisku. Entah setan atau malaikat yang mempengaruhiku yang ada aku hanya menghanyutkan nafsuku dalam sungai cinta yang rahmad berikan. " aku ingin memiliku seutuhnya sayang " bisiknya " semua yang kumiliki adalah punyamu sayang " balasku romantis. Rahmad mengosok gosokan batang kejantanannya pada klitorisku, turun keatas lubang vagina, mataku terpejam pasrah. Kurasakan ujung penis menyentuh selaput daraku, pelan dia tarik keluar lagi, fidorong pelan ditarik lagi. Dengan sedikit dorongan keras, penis rahmad merobek hymenku. Beruntung lubang vaginaku betul betul telah basah sehingga sakitnya hanya sebentar, rasa perih itu cepat berganti kenikmatan yang tiada tara. Dua hasrat muda menyatu, di tengah suasana sepi vila pinggir telaga. Entah berapa kali aku orgasme. " sayang aku nggak mau hamil " bisikku. Rahmad mengerti saat puncak dia cepat cepat mencabut dan menumpahknaya diaatas perutku. Kami berpelukan terengah engah, percikan darah menempel di pangkal pahaku dan sprei kamar rahmad. Aku menyesal mungkin juga tidak, yang pasti tidak ada airmata menetes saat itu.

Kami mandi bersama dan melakukan segama lagi di kamar mandi. Lelah sekali seluruh badanku, kami saling menghagatkan dikamarku. Waktu hampir jam 4 sore saat terdengar suara mobil masuk halaman villa, rahmad bergegas meloncat kekamarnya setelah mengecup keningku. Kami mencoba bersikap biasa sepanjang petang dan malam. Jam menunjuk 11 malam, saat sebuah pesan masuk hpku dari rahmad, aku berjingkat menuju kamar rahmad setelah kupastikan santi lelap tertidur. Cukup 2 ronde saja kami bercinta. Begitu seterusnya sampai liburan berakhir, aku dan Rahmad kini sepasang kekasih, aku berharap selamanya kami menjadi kekasih sampai di ikat oleh janji suci pernikahan. Semoga kami tetap menjadi kekasih walau semua itu hanya tuhan yang tahu.

Blog, Updated at: 23.32

0 komentar:

Poskan Komentar

Paling Populer

Daftar isi