SHORT TIME BERSAMA TANTE NIA

Semua bermula saat pesta pernikahan keponakanku, yha pesta yang mengharuskan aku malevi, sebagai keponakan harus menghadirinya. Bermula saat ku selesai menghabiskan es pudding, tiba tiba ada wanita menabrak ku. Bruakkkkk…aku terkejut. Kulihat sosok wanita itu. Wah. Cantik sekali wajahnya putih begitu juga kulitnya semua tampak halus disana. Masih terus aku memperhatikan wajahnya. Sejurus kemudian mata nakalku melirik ke bawah menuju payudaranya. Dia sedang tidak memperhatikanku. Dengan repotnya dia masih membersihkan noda pudding yang kubuat di sekitar payudaranya. Nampak jelas sekali betapa indahnya bentuk payudara yang ia miliki. Getaran tanganya yang menepuk-nepuk kain yang ternoda pudding membuat payudaranya bergerak-gerak indah sekali. Kesempatan ini tak kusiakan. Terus aku melihat payudara indah itu yang akhirnya disadari olehnya. “liatin apa kamu” mungkin karena aku bengong semberi menggerak-gerakan jakunku, sehingga kelakuanku mudah terbaca.
Akhirnya kita saling berbicara. Kata maaf yang kuucapkan diterima dengan lembut, Nia namanya, lebih tepatnya tante nia. Memang ternyata baru kusadari dia masih kerabat dekat denganku. Wajahnya memang cantik. Kutaksir berumur 35an tapi bodinya masih layak disebut 29 tahunan. Selain dadanya, pantatnya juga tampak berisi sekali, sekal. Pinggulnya layak disebut gitar spanyol oleh pria. Tapi memang daya tarik utamanya terletak pada besarnya payudara kencang yang dia miliki.
Karena merasa bersalah. Kutemani dia membersihkan diri di kamar mandi, kamar mandi disana hanya berupa bilik kecil tanpa ada tulisan MEN or WOMEN. Jadi aku berdiri di sekitar pintu. Posisi kamar mandinya yang berada jauh di belakang gedung membuat aku tak menemukan seorang pun. Tiba-tiba aku teringat, Nia oh… nama yang sering digosipkan mamaku, yang aku dengar dia keluargaku yang ditinggal suaminya. karena suaminya pergi dengan wanita lain. Apakah nia ini yang dimaksud. Nia yang ada di dalam kamar mandi ini. Mana mungkin ada pria yang meninggalkan wanita secantik ini. Pria itu pasti bodoh.

Sebelum sempat aku berfikir lebih jauh tiba-tiba terdengar suara dari dalam “lev bisa pegangin bentar nggak, kamar mandinya nggak ada yang buat nggantungin tas” sambil dibukanya pintu kamar mandi “oh iyha tante” sahutku. “sekalian lev, pegangin pintunya dari luar, nggak ada kuncinya gimana nih” sesuai komandonya aku sembari memegang tasnya menahan pula pintu kamar mandi. Timbul insting kelakianku, merasa kurang hanya melihat belahan payudaranya, akhirnya aku sedikit-sedikit menbuka pintu kamar mandinya, wah kamar mandi yang berbentuk later L itu membuat ku dengan mudah melihat langsung kedalamnya. Oh tidak. Sekarang aku melihat tubuh yang benar-benar indah. Kulihat tanteku hanya menggunakan BH saja. Posisinya yang membelakangiku dan sibuknya tanganya mengucek baju, membuatnya tak sadar bahwa gerak-geriknya sedang diperhatikan. Melorotnya tali BH nya membuat sebagian payudaranya terlihat. Rambutnya yang terurai membuat pemandangan semakin merangsang saja. sekarang dia membalikkan badan. Menghadapku. Aku sempat terkejut tetapi kulihat lagi tanteku tak menyadari kejailanku. Oh tidak sekarang tali BH nya dua-duanya melorot. Dengan jelas payudara yang montok sekali itu bergerak-gerak naik turun, agak terlihat dengan samar-samar warna merah muda disekitar pentilnya. Gila…pembaca pasti tau lah betapa beruntungnya diriku.
Tiba-tiba gelagat tanteku berubah, tanteku tersenyum “lev udah puas liatinnya”, agh aku terkejut. Ternyata gerak gerikku ketahuan. “enggak-nggak tante,…..” aku mengelak. Dihampirinya aku dan dibukaknya pintu kamar mandi sedikit diliatlah sekitar keadaannya lalu memandangku. Kesempatan ini tak kusiakan kupelototi payudaranya yang montok sekali itu. Tiba-tiba ditariknya aku masuk kedalam kamar mandi yang ternyata kudapati berfungsi dengan baiknya kunci pintu tersebut. sembari dengan lihai tanteku mengunci pintu kamar mandi.

“tante…maap tante maksudnya apa tante” aku terbengong bengong. “ih masa laki-laki kok beraninya ngintip nggak bagus ah, kenapa nggak liat langsung aja kan kamu bisa minta....” tiba-tiba aku dipeluknya. Tinggi tanteku menjadikan aku di peluk tepat di lehernya, Oh tidak kenyalnya, harumnya, semua tak bisa tertulis dengan kata-kata. Payudara montoknya kini menekan dadaku dengan keras, bisa kurasakan dari pelukannya betapa hausnya dia dengan dekapan laki-laki. kumundur sejenak. Kilihat lagi wajahnya dengan tajam, tanteku tertunduk malu. “lev, ma…apin tan….” Sebelum habis dia berkata langsung segera kutarik pipinya dan kuhujamkan bibirku di bibirnya.kuhisap keras sekali. Oh kenyalnya bibir tanteku terasa manis sekali. Jujur aku belum expert di dalam bidang perciuman. Menyadari hal itu tanteku memasukan lidahnya di dalam mulutku. Mempermainkan lidahku dengan lidahnya, kurasakan liur tanteku yang kuhisap habis. Sejurus kemudian tanteku menghentikan aktivitasnya. Ditariknya bibirnya menjauh bibirnya. Liur kami berdua tampak menempel di bibirku dan bibirnya. Dia tampak cantik sekali. Putih kulitnya membuat aku bisa melihat memerahnya pipi. “lev….tante bingung…” lagi-lagi sebelum menyelesaikan kata-katanya. Dengan nafsu kuserang daerah leher tanteku, kuhisap leher tanteku, tanteku hanya bisa pasrah. Harum tubuhnya membuat aku semakin terangsang saja. Tanganku tak tinggal diam. Tak kusiakan kesampatan ini, keremas-remas payudara montoknya. Kumasukan tanganku di antara BH nya dan kupelorotkan behanya ke bawah, sehingga payudara besarnya mengacung-ngacung keatas. Sembari keremas, ku gosokan jempolku di putingnya. Betapa indah putingnya warnanya merah muda, dan mengeras. Hal itu membuatkua semakin bernafsu. Kutuju pentilnya dengan bibirku, kuhisap dengan rakus dan tanganku masih meremas-remas payudara tsb dengan gemasnya. “agh….lev….enak…lev..isep…ter… agh” meracau tanteku. Dipeluk kepalaku dengan eratnya seolah-olah menginginkan aku untuk terus melanjutkan aktivitas yang membuatku tergila-gila. Dengan posisi perdiri. Tangan tanteku menuju ke bawah. Mencari penis yang mungkin dia lama tak rasakan. Di bukanya celanaku, celana dalamku. Dan dikeluarkan penisku, layaknya sebuah galah mengacung-ngacung dia dengan tegang. Untuk ukuran, panjang penisku normal-normal saja Cuma yang membuat ku bangga adalah penisku itu gemuk dan keras sekali. Sehingga tangan tanteku tak bisa menggenggam penuh penisku. Degerakan genggaman tangan tanteku. Dengan lembut sekali tapi pasti.sekilas ku liat wajah tanteku. Tampaknya dia gemas.

Mungkin karena sudah semakin panas, suhu tubuh antara kita. Membuat suasana semakin hot saja. Tanteku mengenakan baju gaun malam, Dia mengenakan rok yang terusan dengan atasan. Rok tersebut memiliki belahan yang sangat panjang sehingga dengan mudahnya aku mengusap-usap lembut paha tanteku. Aku semakin berani untuk memasukan tanganku lebih dalam lagi. Oh gila sekarang kumerasakan kehangatan pangkal paha yang dimiliki tanteku ternyata dia sudah tidak menggunakan celana dalam lagi. Dengan pengertiannya tanteku agak membuka kedua belah paha mulusnya sehingga tanganku bebas bergerak menari-nari di vaginanya, kurasakan gundukan yang hangat, benar-benar gundukan yang dahsyat, tanganku sudah dibanjiri dengan cairan yang terus membanjiri selangkanganya. Kusentuh clitorisnya dan kuusap-usap kulit lembut di sekitar vaginanya, sembari jari tengahku maju-mundur di dalam. Enak sekali.

“lev…..&#*(*@)#$!” sejenak kudengar racauan tanteku tetapi aku tak lagi menghiraukannya semua konsentrasi berada di seluruh panca rabaanku. Ku singkap rok terusannya itu sehingga berada di atas pantatnya. Oh perfect, sekarang aku bisa melihat seluruh daerah bawah miliknya. Pantatnya, pinggulnya, pahanya tercipta sempurna. Aku sempat menemui sejumlah selulit di pantat dan pahanya tapi malah membuatku semakin tergila-gila. Sebenarnya aku ingin sekali menikmati bagian bawah tanteku dengan mulut dan lidahku. Tetapi tiba-tiba penisku yang sedari tadi diusap-usap tanteku, ditarik. Hal tersebut membuatku mendorong tubuh sintalnya menuju dinding bak mandi. Di dudukan pantatnya di sana. Dan dibukanya lebar-lebar paha mulusnya. Masih dalam genggaman tangan tanteku. Penis ini di tariknya, dan ditujukannya tepat di depan vaginanya. Dengan komando tangan tanteku. Penisku diajak menari-nari menelusuri setiap inci dari vagina bagian luar. Sejenak diusap-usapkan penisku di sekitar vaginanya. Lalu di tarik penisku untuk segera masuk ke dalam lubang kenikmatan yang dia miliki. Aku bisa merasakan betaka peret vaginanya. Masih ditekankan penisku agar dapat masuk ke vaginanya. Memang sengaja kubiarkan penisku dikomandoi oleh tangan beliau. Membuatku malah semakin sangat menikmatinya. Sekarang kepala penisku sudah masuk dengan gagahnya. Kucium bibir seksi tanteku dan menandakan sekarang waktunya aku dan penisku memimpin. Aku hujamkan ke dalam vaginanya dengan cepat. bless……………termakan abis sudah penisku oleh vagina tanteku sendiri. Ku biarkan sejenak dan mulut, lidahku bergerilya lagi di sekitar payudaranya.

“lev….ayo….digoyangin…..” lagi-lagi tanpa ba-bi-bu segera aku pompa vaginanya, kurasakan remasan, pijatan, dan kesatnya vagina tanteku. Jauh sekali dahsyatnya dari sebelumnya saat tanteku menggemgam penisku dengan tangan. “lev…..malevi…aow….agh…..agh.. ” erangan lembut tanteku di sekitar kupingku membuat semakin semangat aku memompa dia.
‘lev…..aghhhhhhh…..” tiba-tiba saja kedua tangan dan pahanya mendekap tubuhku dengan erat. Kurasakan vaginanya semakin mendekap penisku dengan kuat. Dan kurasakan semakin hangat dan semakin basah. “wah tanteku udah keluar neh” sekarang giliranku, “ tante….gantian levi yha” lagi-lagi aku pompa lagi tanteku. Semakin nikmatnya rasanya vagina tante di penisku. Sekarang dengan penuh semangat dan tenagaku. Kumaju mundurkan penisku dengan cepat. kutarik dan kumasukan penis ini dalam-dalam ke vaginanya. Kurasakan penisku sudah memanas dan menandakan aku akan keluar. Kucium dan kuhisap bibir seksinya, segera ku cabut penisku dari vaginanya, dan dengan sigap tangan tanteku menangkap penis tersebut. lalu digosok-gosakannya di sekitar vaginanya. Croottttttt keluar sudah spermaku tepat di sekitar vagina tanteku. Sensasi yang Luar biasa.
Segera ku alihkan perhatianku di wajahnya, tampak wajah tanteku yang memerah dan terengah-engah, cantik sekali. “lev…heh..kamu…heh…bajingan yang paling tante sayang.. heh.heh..heh” masih dengan sisa-sisa napas kenikmatan dia berbicara. Aku hanya bisa tersenyum pasrah, nyatanya aku sudah menikmati tubuh montok miliknya.
Segera kami berbenah diri, kami sadar posisi kami berada di WC umum. Dan kulihat tanteku membersihkan sisa-sisa sperma di vaginanya, Sembari dia jongkok. Oh pemandangan yang indah sekali.
Sekarang aku sudah rapi. Dan aku memutuskan untuk keluar terlebih dahulu. Disamping untuk jaga-jaga juga agar tidak dicurigai. Sebelum aku keluar. Tanteku menghampiriku dan mencium bibirku, ciuman penuh rasa sayang yang lembut dan indah. Di rapihkanya jas dan kemejaku. Lalu dia menyuruhku keluar. Dengan perintahnya segera aku menghamburkan diri di ramainya pesta.

Pesta berakhir dengan penuh kebahagian. Saatnya untuk bergegas pulang,keringat yang bercururan saat bersama tante nia menunjukan efeknya, lengket sekali rasa tubuh ini, lalu tanpa sadar aku merogoh saku bagian dalam jasku. Kudapati sebuah G-string wanita dan kartu nama beserta nomor handphone. Pasti akan kudapati lagi pertemuan-pertemuan lain dengan tante nia yang begitu cantik, dan montok.

Blog, Updated at: 05.39

0 komentar:

Posting Komentar

Paling Populer

Daftar isi