Pelatih Bayern Munich Waspadai Ancaman Chelsea





Tak mau akhir musim tanpa gelar, Bayern Munich bertekad mengalahkan Chelsea demi menjuarai Liga Champions. Pelatih Bayern Jupp Heynckes mewaspadai ancaman yang akan ditunjukkan oleh The Blues.

Die Roten baru saja menelan kekecewaan setelah lagi-lagi dikalahkan Borussia Dortmund di final Piala Jerman, akhir pekan lalu. Liga Champions jadi kesempatan terakhir Philipp Lahm dkk. untuk meraih trofi juara usai di Bundesliga juga dipencudangi Dortmund.

Mengingat partai puncak digelar di Allianz Arena, praktis Bayern lebih diunggulkan daripada Chelsea. Tapi salah besar jika memandang wakil Inggris itu mudah ditaklukkan.

Walaupun tidak mengalami musim yang bagus di Premier League, Chelsea sukses merengkuh Piala FA dan mampu menyingkirkan favorit juara Barcelona di semifinal lewat laga dua leg.

Apalagi, Chelsea punya motivasi besar untuk menggondol trofi kuping lebar ini untuk mengobati kekecewaan ketika kalah secara menyakitkan oleh Manchester United pada 2007-08.

“Saya melihat laga leg pertama semifinal dan tidak terkejut Chelsea lolos pada akhirnya,” ucap Heynckes di Guardian. “Saya tahu sejarah diantara mereka dan Barcelona selalu kesulitan saat mereka bertemu. Dan di leg kedua, Barcelona tampak kelelahan dan (Lionel) Messi seperti bukan dirinya.

“Tapi itu tidak melemahkan performa Chelsea. Saya pernah melatih di Liga Spanyol dan tahu sulitnya mengalahkan Barcelona. Dan saya heran jika Barca tidak bisa mengalahkan Chelsea, bagaimana dengan kami?”.

“Mereka adalah tim dengan level tinggi yang sama. Jika Anda melihat rekor mereka di Piala Eropa, mereka selalu lolos ke babak berikunya. Mereka bersaing dengan Barcelona (2009) dan tidak beruntung saat melawan Manchester United (2008). Mungkin di musim ini setelah berganti manajer, mereka lebih kompak. Mungkin mereka melihat ini kesempatan terakhir untuk mencoba memenangi Liga Champions bagi Lampard, Drogba, Cech …

Heynckes menunjukkan respeknya terhadap caretaker Roberto Di Matteo dengan kesuksesannya memimpin Chelsea, kendati gagal membawa timnya finis empat besar di liga.

“Mereka kuat dan saya sangat terkesan dengan cara Roberto Di Matteo bertingkah laku di pinggir lapangan. Dia sangat tenang dan namun tetap mengendalikan timnya. Itu menunjukkan timnya bersatu, berjuang demi satu tujuan,” sanjung Heynckes.

Blog, Updated at: 15.05

0 komentar:

Poskan Komentar

Paling Populer

Daftar isi